Kurikulum independen merupakan inovasi terbaru dalam sistem pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada sekolah dalam mengembangkan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam formulasinya, kurikulum ini didasarkan pada dua pilar utama, yaitu pilar filosofis dan pilar yuridis. Pilar filosofis mencerminkan tujuan pendidikan yang holistik dan humanis, sedangkan pilar yuridis menyediakan kerangka hukum yang mengatur pelaksanaannya. Artikel ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kedua pilar tersebut dan implikasinya dalam implementasi kurikulum independen di sekolah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka. Analisis ini menunjukkan bahwa integrasi pilar filosofis dan yuridis merupakan dasar yang kuat untuk menciptakan kurikulum yang responsif terhadap dinamika masyarakat dan kebutuhan individu siswa. Kurikulum independen memberikan kebebasan bagi pendidik untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa, sekaligus tetap berpedoman pada standar kompetensi yang diatur secara nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Independen memiliki landasan filosofis yang kuat dalam mendorong pendidikan yang berpusat pada siswa, sekaligus berpegang pada kerangka hukum yang memastikan keseragaman standar pendidikan di seluruh Indonesia.

TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Edisi Vol. 3 No. 2 Tahun 2024 memuat 10 artikel dari 1 negara, yaitu Indonesia, yang ditulis oleh penulis dari 6 afiliasi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STAI UISU Pematangsiantar, Universitas Gunung Kidul, STAI Panca Budi Perdagangan, SMP Negeri 3 Raya, SMP Negeri 2 Dolok Panribuan, dan SD Negeri 091574 AFD XII Bahjambi. Edisi ini mengangkat beragam isu terkini di bidang pendidikan dan keislaman, mencakup kajian teoretis, praktik pembelajaran, kepemimpinan, serta pengembangan karakter. Kehadiran kontribusi lintas institusi ini diharapkan memperkaya khazanah keilmuan dan menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan Islam di Indonesia.
Artikel
10 Naskah- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.156
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.157
PTK merupakan salah satu pendekatan penelitian yang banyak digunakan di dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, tujuan, dan manfaat PTK melalui tinjauan pustaka. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan, di mana penulis melakukan penelusuran berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan PTK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTK memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari jenis penelitian lain, yaitu adanya tindakan-tindakan tertentu untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. PTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memecahkan masalah praktis yang terjadi di kelas. Manfaat PTK meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi profesional, dan peningkatan pemahaman proses pembelajaran.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.162
Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya penggunaan teknologi informasi dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan dokumen masih dilakukan secara manual, beberapa guru belum sepenuhnya menguasai penggunaan teknologi informasi, ada guru yang belum mengikuti pelatihan, dan keterbatasan infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi di TK Pertiwi III Mulo telah diterapkan. Dengan indikasi bahwa, dalam perencanaan proses pembelajaran, strategi pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini, isi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, dan penilaian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran telah diterapkan dengan menggunakan infrastruktur teknologi informasi, namun, masih perlu dilakukan perbaikan.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.164
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun generasi emas berkarakter unggul. Generasi emas adalah generasi yang mampu membawa perbaikan dalam kehidupan bangsa untuk menjadi bangsa yang bermartabat, harmonis, dan berkualitas serta generasi yang memiliki usia produktif yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis studi literatur, yang menganalisis berbagai literatur dan sumber terkait mengenai peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun generasi emas berkarakter unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk generasi emas berkarakter unggul, di antara perannya sebagai landasan moral dan etika, pemahaman ajaran Islam, pengembangan kesadaran spiritual, pembentukan akhlak mulia, pengenalan nilai-nilai baik dan buruk, pencegahan perilaku negatif, penguatan identitas Islam, pengembangan kemandirian moral, pengembangan pemahaman sosial dan kemanusiaan.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.165
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di TK Pertiwi 12 Gading. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan visioner yang efektif sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatih. Penerapan kepemimpinan visioner ini berdampak positif pada kinerja guru melalui kemampuan profesional, kemampuan sosial, dan kemampuan pribadi. Kemudian, terdapat faktor pendukung yang berperan dalam keberhasilan kepemimpinan visioner, seperti komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan, keinginan guru untuk mengembangkan sekolah, dukungan orang tua, pelatihan pengembangan profesional, dan infrastruktur yang memadai. Namun, terdapat faktor penghambat seperti keterbatasan sumber daya manusia, kekurangan anggaran, beban kerja yang berlebihan, dan kurangnya dukungan dari pihak terkait.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.166
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses pengolahan, pemberdayaan, dan pengawasan yang diterapkan seorang pemimpin kepada orang yang dipimpinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di TK Pertiwi V Karangmojo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di TK Pertiwi V Karangmojo menunjukkan hasil yang baik. Indikator kepemimpinan transformasional terwujud dalam enam komponen, yaitu; reformis, memberi contoh, mendorong kinerja bawahan, bertindak berdasarkan sistem nilai, terus meningkatkan kemampuan, dan mampu menghadapi masalah yang kompleks. Indikator kinerja guru terwujud dalam tiga komponen, yaitu; kemampuan menyusun rencana pembelajaran, kemampuan melaksanakan pembelajaran, dan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.167
This study aims to analyze the marketing strategies implemented by Islamic banks in increasing competitiveness in the increasingly competitive banking market. The method used in this study is a qualitative method with a literature study approach, which includes analysis of various literature, articles, and previous studies related to Islamic bank marketing. The results of this study indicate that the marketing strategies implemented by Islamic banks play an important role in increasing their competitiveness, by emphasizing market understanding, customer segments, and the application of sharia principles that avoid usury practices, thus attracting customers who prioritize Islamic values.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.168
Masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia telah membawa perubahan dalam banyak aspek kehidupan masyarakat dari masa lalu hingga masa kini. Modernisasi dan globalisasi menghilangkan keragaman budaya daerah sekaligus mendominasi budaya daerah melalui kapitalisme global dalam bentuk Westernisasi melalui ekspor barang, nilai, dan prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gerakan dan ide-ide Islam di kepulauan ini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis studi literatur, yaitu menganalisis berbagai literatur dan sumber yang relevan mengenai gerakan dan ide-ide Islam di kepulauan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan sosial dan kemanusiaan Islam liberal mendorong keterlibatan aktif umat Islam dalam isu-isu sosial, seperti kemiskinan, hak asasi manusia, dan lingkungan. Organisasi seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang mencerminkan nilai-nilai keadilan sosial yang diajarkan dalam Islam. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.172
Pendidikan dalam pandangan Islam adalah upaya yang dilakukan untuk mempersiapkan manusia agar memiliki kesadaran, kemampuan, dan kewajiban untuk melaksanakan misi Khalifah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara lengkap dan mendalam tentang hakikat Pendidikan Etika dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam. Hasil penelitiannya adalah bahwa dalam pendidikan, upaya penting diarahkan pada pengembangan potensi fitrah manusia, sehingga setelah mencapai perkembangan ini, ia mampu berperan sesuai dengan fitrah yang dimilikinya, dan mampu berbuat baik kepada Sang Pencipta. Perkembangan di sini diharapkan sebagai gambaran tingkat perkembangan ideal yang dicapai oleh setiap potensi fitrah manusia.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v3i2.175
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep Al-Qur'an dan Hadits pada siswa kelas IX SMP Negeri Raya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi keagamaan, khususnya Al-Qur'an dan Hadits, yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang tidak secara aktif melibatkan siswa. Model PBL dipilih karena dianggap mampu merangsang berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur tingkat pemahaman konsep dan observasi kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model PBL mengalami peningkatan pemahaman yang lebih signifikan dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan memperdalam pemahaman siswa tentang nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar model PBL diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat SMP.