Penelitian ini digunakan untuk mengetauhi sejauh mana pola asuh orang tua dalam kesehatan mental yang dilakukan pada pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA). Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dan wawancara. Dengan jenis penelitian Kualitatif. Data yang diperoleh dari wawancara dan di analisis secara deskriptif. Semakin maju zaman banyak anak-anak yang kesehatan mentalnya terganggung dikarenakan kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Jadi saat ini di butuhkan peran pola asuh orang tua terhadap kesehatan anaknya karena sangat penting, maka dari itu orang tua perlu menerapkan kesehatan mental pada anak sehingga kesehatan mental pada anak anak menjadi baik. Peran pola asuh orang tua ini berbeda-beda dan sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak. Dan anak berkebutuhan khusus haruslah memiliki pola asuh yang lebih baik yang dapat diwujudkan memalui penerapan peran pola asuh orang tua yang baik kepada anak. Derajat kesehatan mental anak di prioritaskan dalam perencanaan atau penataan bangunan bangsa. Salah satu penyebab anak menalami kondisi mental yang buruk adalah pola asuh orang tua yang tidak sesuai dengan usia kebutuhan anak.

TARBIYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Edisi Vol. 2 No. 2 Tahun 2023 memuat 6 artikel dari 1 negara, yaitu Indonesia, yang ditulis oleh penulis dari 4 afiliasi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, Universitas Pattimura, dan STAI Panca Budi Perdagangan. Edisi ini mengangkat beragam isu kontemporer di bidang pendidikan dan keislaman, termasuk psikologi pendidikan, kurikulum, hubungan ilmu dan agama, serta pengaruh media sosial terhadap mahasiswa. Kontribusi dari berbagai institusi ini diharapkan memperkaya diskursus ilmiah, menjadi referensi bagi para akademisi dan praktisi, serta mendorong lahirnya inovasi di ranah pendidikan Islam.
Artikel
6 Naskah- DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.130
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.106
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap stres akademik dalam konteks pendidikan tinggi serta mengidentifikasi dampaknya terhadap motivasi belajar. Fokus penelitian meliputi respons mahasiswa terhadap stres akademik, strategi yang diterapkan untuk mengatasinya, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi tingkat motivasi belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Kajian teoretis dalam penelitian ini mengacu pada Teori Stres Lazarus dan Folkman. Subjek penelitian terdiri atas dua orang informan mahasiswa semester 5 Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik muncul dari penilaian subjektif terhadap situasi yang dianggap melampaui kapasitas sumber daya yang dimiliki. Faktor pemicu stres meliputi manajemen waktu yang kurang baik, tenggat waktu tugas yang ketat, tingkat kesulitan mata kuliah, interaksi yang kurang baik dengan dosen, serta aktivitas nonakademik. Penilaian subjektif memengaruhi tingkat stres dan motivasi belajar mahasiswa. Meskipun demikian, strategi pengelolaan stres dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa dan kinerja akademik mereka.
- DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.68
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara ilmu dan agama dalam perspektif filsafat ilmu. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu dan agama memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatan terhadap pengetahuan dan realitas. Ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan eksperimen, sedangkan agama mengikat manusia dengan Tuhan serta membentuk perilaku. Meskipun demikian, keduanya memiliki kesamaan dalam upaya mencari kebenaran, mengakui keterbatasan manusia, dan berusaha memahami dunia. Ilmu dan agama dapat bersinergi untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan dan realitas, dengan adanya kesamaan dalam asumsi, metode, dan konsep. Penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan khazanah keilmuan filsafat, khususnya dalam kajian relasi antara ilmu dan agama dalam perspektif filsafat ilmu. Sejauh ini, apakah percakapan ini bermanfaat?
- Hal. 204-210DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.111
The Independent Learning Curriculum (Curriculum Merdeka Belajar) is an educational approach introduced in Indonesia to give students the freedom to determine their own learning paths. Its key characteristics include flexibility, student empowerment, 21st-century skills development, and holistic assessment. The curriculum is designed to create an inclusive learning environment, support creativity, and adapt to individual needs, thus facilitating more relevant and meaningful learning experiences for students. This approach shifts the traditional paradigm toward more personalized and challenging learning, enabling students to play an active role in their educational journey.
- Hal. 211-217DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.102
Media sosial merupakan salah satu alat sosial yang sangat mudah digunakan dan dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak yang mungkin terjadi antara lain perasaan cemas, terlalu banyak berpikir, bahkan kemungkinan kecanduan, yang dapat membuat remaja kesulitan mengendalikan emosi mereka. Jika hal ini terjadi terus-menerus, dapat berbahaya bagi kesehatan mental, terutama dalam mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesehatan mental siswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait kesehatan mental emosional pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan regulasi emosi rendah cenderung menggunakan media sosial untuk mengurangi tekanan yang mereka alami, yang berpotensi menyebabkan kecanduan jika perilaku tersebut berlanjut. Siswa dengan regulasi emosi tinggi cenderung menghindari kecanduan media sosial karena mereka terlibat dalam aktivitas lain yang mengatur emosi mereka secara efektif.
- Hal. 218-225DOI: 10.64464/tarbiyah.v2i2.132
This research discusses the psychological foundation, which is one of the principles in curriculum development, as it influences human behavior and how they learn. The psychological foundation in curriculum development plays a key role in designing educational curricula. In this context, the psychological foundation of the curriculum includes a deep understanding of students' cognitive, emotional, and social development. Articulating learning objectives that align with the stages of psychological development can enhance educational effectiveness. The research method used is library research, a type of qualitative research involving the collection, analysis, processing, and presentation of books, journals, and texts related to the research theme as reference materials in the form of a literature report. The research findings on the psychological foundation of the curriculum reveal two concepts: 1) the psychological foundation of the curriculum includes Developmental Psychology, Learning Psychology, and Social Psychology. 2) The elements of the curriculum foundation encompass Student Development and Curriculum, Learning Psychology, and Curriculum Development.